Anies Baswedan Hapus Larangan Sepeda Motor di Sudirman-Thamrin

Anies Baswedan Hapus Larangan Sepeda Motor di Sudirman-Thamrin

TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membebaskan kendaraan roda dua melintas di Jalan Jenderal Sudirman hingga M.H. Thamrin.

Kebijakan pembatasan sepeda motor di Jalan M.H. Thamrin-Merdeka Barat sebelumnya dilaksanakan pada masa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan, Anies berencana mengubah rancangan pembangunan trotoar di sepanjang Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman, yang membuat sepeda motor tak bisa lewat seperti yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Djarot Saiful Hidayat.

“Yang saya sampaikan agar kendaraan roda dua tetap bisa lewat Jalan Jenderal Sudirman-M.H. Thamrin,” kata Anies setelah memimpin rapat pimpinan di Balai Kota Jakarta, Senin, 6 November 2017.

Untuk  memuluskan rencana membebaskan sepeda motor di semua ruas jalan, Gubernur Anies juga akan mengubah peraturan gubernur (pergub) yang menjadi landasan pelarangan di Jalan Thamrin-Sudirman, yakni Pergub Provinsi DKI Jakarta Nomor 141 Tahun 2015 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor dan Pergub Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pengendalian Lalu Lintas Melalui Kebijakan Electronic Road Pricing (ERP).

“Ternyata disampaikan ada pergub menjadi dasar, maka pergubnya juga akan diubah,” kata Gubernur Anies Baswedan.

Soal proyek perbaikan trotoar di Jalan M.H. Thamrin-Jenderal Sudirman Anies meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta untuk merombak kembali rancangan yang sudah disusun sejak era Djarot. Dia ingin memastikan seluruh area di Jakarta mempunyai akses yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat, baik yang roda empat atau lebih.

Dengan rancangan tersebut, Anies memastikan tidak akan ada lagi diskriminasi dalam penggunaan jalan di Ibu Kota seperti pada era Djarot. Namun, Anies Baswedan tidak menjelaskan konsep yang dia inginkan untuk membangun trotoar di Jalan M.H. Thamrin dan Jenderal Sudirman. Dia menyatakan menyerahkan rancangan tersebut kepada pakar di bidangnya sehingga dia menunggu konsep baru itu.

“Itulah tugas perancang. Mereka pada sekolah tinggi, kan supaya bisa merancang,” ujar Gubernur Anies Baswedan

Sebarkan ( Share! )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *