Membandingkan Target 100 Hari Anies-Sandi dengan Jokowi-Ahok

Membandingkan Target 100 Hari Anies-Sandi dengan Jokowi-Ahok

Detik.com Jakarta – Gubernur dan Wagub DKI terpilih Anies-Sandi memiliki beberapa target dan program kerja prioritas di 100 hari pertama kepemimpinannya. Mantan Gubernur dan wagub DKI Jokowi-Ahok yang terpilih pada Pilgub 2012 silam juga memiliki target di 100 hari kepemimpinannya. Seperti apa perbedaanya?

Ada 3 program kerja prioritas Anies-Sandi yang akan dikejar di 100 hari pertama kepemimpinannya. Dilansir situs jakartamajubersama.com Rabu (11/10/2017), 3 program tersebut adalah menciptakan lapangan kerja, pendidikan berkualitas hingga tuntas, dan mewujudkan biaya hidup yang terjangkau.

Anies-Sandi akan menciptakan wirausaha baru untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga DKI. Ditargetkan sebanyak 44 pusat kewirausahaan akan terbentuk dan diresmikan di 100 hari pertama kepemimpinannya.

Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus akan langsung diluncurkan. KJP juga akan didistribusikan ke anak-anak DKI yang putus sekolah. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas untuk semua.

Di 100 hari kepemimpinannya Anies-Sandi akan mewujudkan biaya hidup yang lebih terjangkau untuk warga DKI. Yang difokuskan Anies-Sandi di 100 hari kepemimpinannya adalah bahan pangan pokok, hunian untuk warga, dan transportasi.

Kartu Pangan Jakarta akan duluncurkan agar harga bahan pokok dirasa lebih terjangakau. Namun belum ada penjelasan rinci dari Anies-Sandi seperti apa fungsi dan kegunaan Kartu Pangan Jakarta tersebut.

Yang paling menjadi perbincangan saat kampanye Anies-Sandi adalah program hunian dengan DP Rp 0. Program ini akan langsung diluncurkan di 100 hari pertama dengan membentuk institusi/unit khusus yang mengelola isu perumahan/hunian di DKI Jakarta.

Program OK Otrip dan OK O-Care juga akan diluncurkan untuk menciptakan transportasi yang lebih terjangkau. Sesuai janji kampanyenya, program transportasi Anies-Sandi Rp 5.000 dalam sekali jalan.

Mantan Gubernur DKI Jokowi-Ahok juga memiliki target 100 hari saat terpilih menjadi gubernur. Tidak menuliskan secara rinci program 100 harinya di situs internet, Jokowi langsung mengadakan konferensi pers sesaat setelah hitung cepat menunjukkan kemenagannya di Pilgub DKI 2012.

“Saya sudah sampaikan dalam waktu 100 hari kartu ‘Jakarta Sehat’ dan ‘Jakarta Pintar’ sudah harus terbit,” ujar Jokowi dalam jumpa pers di Posko Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No 22, Menteng, Jakpus, pada Kamis 20 September 2012 silam.

Selain itu, Jokowi juga mengatakan akan merombak sistem birokrasi di pemerintahan provinsi DKI Jakarta. “Saya rasa birokrasi yang mental melayani sudah bisa dilakukan dalam waktu 3 bulan saya kerja,” tuturnya.

Beda Anies dan Jokowi dalam berhubungan dengan media usai kemenangan di pertarungan Pilgub DKI. Usai menang di Pilgub DKI, Anies enggan berkomentar banyak terkait beberapa program kerja yang dijanjikan saat kampanye. Salah satunya kebijakan reklamasi teluk Jakarta.

“Reklamasi lagi, berpuasa dah (ngomong) sudah cukup. Wong nggak bisa bertugas sampai Oktober kok,” kata Anies saat ditanya isu terkait reklamasi di Hotel Mandarin Oriental, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017).

Sementara itu, Jokowi mengatakan siap menyampaikan program kerjanya kepada masyarakat melalui media. Namun info yang ditanyakan hanya info yang penting-penting saja.

“Saya juga akan akses kepada media yang ingin wawancara selama 24 jam penuh, saya layani. Semuanya. Masyarakat juga boleh. Tapi kalau bisa yang penting-penting saja. Kalau tidak penting, ya nggak usah. Karena saya melihat media sebagai alat kontrol di segala hal, jangan sampai ada informasi-informasi yang tidak terungkap ke publik. Jadi saya tidak mau tutup tutupi informasi ke publik, ya melalui media itu,” cetusnya.
(nvl/nkn)

Sebarkan ( Share! )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *